teknik penulisan daftar pustaka

Standard

Teknik Penulisan Daftar Pustaka

Secara umum daftar pustaka disusun secara alfabet berdasarkan nama akhir penulis setiap
buku.

Data pustaka diketik dari margin kiri; jika lebih dari satu baris, maka baris kedua dan
seterusnya diketik satu spasi dengan jarak 1,2 cm dari margin kiri. Gelar dan titel akademik
tidak harus dicantumkan, baik dalam kepustakaan maupun dalam catatan kaki.
Contoh:
Agustian, Ary Ginanjar, ……………………
Gunawan, Adi W., ………………………….
Al‐Syafi’iy, Muhammad bin Idris, ……………………..
Al‐Zuhayliy, Wahbah, ………………………
Nama penulis yang lebih dari satu kata
Nama penulis yang lebih dari satu kata, ditulis nama akhirnya diikuti dengan tanda koma,
kemudian nama depan yang diikuti nama tengah dan seterusnya,
Contoh:
Nama: Ary Ginanjar Agustian, ditulis: Agustian, Ary Ginanjar,
Nama: Adi W. Gunawan, ditulis, Gunawan, Adi W.,
Nama penulis yang menggunakan Alif lam ma’rifah (al‐)
Nama penulis yang menggunakan Alif lam ma’rifah (al‐), maka “al” pada nama akhirnya
tidak dihitung, yang dihitung adalah huruf sesudahnya, contoh: nama Muhammad ibn Idris
al‐Syafi’iy diletakkan dalam kelompok huruf S dan ditulis: Al‐Syafi’iy, Muhammad ibn Idris.
Nama penulis yang menggunakan singkatan
Nama penulis yang menggunakan singkatan, ditulis nama akhir yang diikuti tanda koma,
kemudian diikuti dengan nama depan lalu nama berikutnya,
Contoh:
Nama: William D. Ross Jr, ditulis: Ross, W. D. Jr.

UNSUR‐UNSUR YANG HARUS DIMUAT DALAM KEPUSTAKAAN:
a. Nama penulis yang disesuaikan dengan sistem penulisan katalog dalam
perpustakaan, contoh: seperti pada poin 2 di atas.
b. Judul buku (dengan huruf italic) sebagaimana yang tercantum pada sampul buku
atau pada halaman judul buku, kemudian diikuti dengan jilidnya (kalau ada).
c. Data penerbitan, yaitu cetakan atau edisi, tempat penerbit, nama penerbit dan
tahun terbitnya. Jika data penerbitan tidak ada atau salah satu datanya tidak ada,
maka digunakan singkatan berikut:
[t.d.] jika sama sekali tidak ada data yang tercantum;
[t.t.] jika tempat penerbitan tidak ada;
[t.p.] jika nama penerbit tidak ada;
[t.th.] jika tahun penerbitan tidak ada.
UNTUK REFERENSI DARI SURAT KABAR ATAU MAJALAH
Unsur‐unsur yang perlu dicantumkan untuk referensi dari surat kabar atau majalah adalah:
1. Nama Pengarang (jika ada);
2. Untuk artikel yang tidak disertai nama pengarang (anonim) maka dicantumkan Judul
Artikel dalam tanda kutip, yang diikuti dengan keterangan dalam kurung siku ([])
tentang jenis tulisan seperti berita atau tajuk;
3. Nama Surat Kabar/Majalah (dengan huruf italic); dan
4. Data Penerbitan, yakni: nomor, bulan dan tahun, kemudian halaman‐halaman di
mana artikel itu dimuat.
Contohnya:
Suryohadiprojo, Sayidman. “Tantangan Mengatasi Berbagai
Kesenjangan.” Republika, No. 342/II, 21 Desember 1994, h. 6‐8
“PWI Berlakukan Aturan Baru.” [Berita]. Republika, No. 346/II, 28
Desember 1994, h. 16.
Sanusi, Bachrawi. “Ketimpangan Pertumbuhan Ekonomi.” Panji
Masyarakat, No. 808, 1‐10 Nopember 1994, h. 30‐31 dan 45.

ARTIKEL DAN ENSIKLOPEDIA
Unsur referensi esiklopedia yang perlu dicantumkan adalah:
1. Nama Penyusun Artikel,
2. Judul Artikel dalam tanda kutip,
3. Nama Editor Ensiklopedia (kalau ada),
4. Judul Ensiklopedia (dengan huruf italic),
5. Jilid,
6. Data Penerbitan, dan
7. Halaman yang memuat artikel itu.
Contohnya:
Edgel, Beatrice. “Conception.” Dalam James Hastings (ed.) Encyclopedia of Religion
and Ethics. Jilid 3. New York: Charles Schribner’s Son, 1979, h. 796‐797.
REFERENSI PERUNDANG‐UNDANGAN
Penerbitan yang dapat dijadikan sebagai referensi kepustakaan adalah naskah resmi yang
diterbitkan oleh lembaga pemerintahan himpunan peraturan perundang‐undangan yang
diterbitkan secara khusus. Dalam hal ini dicantumkan:
1. Nama Lembaga Pemerintahan yang berwenang mengeluarkan peraturan
bersangkutan,
2. Judul undang‐undang atau peraturan dan materinya,
3. Data Penerbitan.
Contohnya:
Republik Indonesia. Undang‐Undang Dasar 1945.
Republik Indonesia. “Undang‐undang RI Nomor I Tahun 1985 tentang Perubahan
atas Undang‐Undang Nomor 15 Tahun 1969.” Dalam Undang‐Undang
Keormasan (Parpol & Golkar) 1985. Jakarta: Dharma Bakti, t.th.
Referensi seperti tersebut dalam contoh kedua di atas tidak dapat dipakai
terutama untuk penulisan tesis/disertasi karena merupakan sumber sekunder.

SUMBER‐SUMBER YANG TIDAK DITERBITKAN
Untuk sumber‐sumber yang tidak diterbitkan, misalnya tesis magister, atau disertasi doktor,
maka unsur‐unsur yang perlu dicantumkan adalah:
1. Nama Penyusun,
2. Judul (dalam tanda petik), kemudian
3. Keterangan menganai disertasi, tempat dipertahankannya, dan tahunnya.
Contohnya:
Halim, H. M. Arief. “Konsep Metode Dakwah dalam Al‐Qur’an.” Tesis. Ujung
Pandang: Program Pascasarjana IAIN Alauddin, 1993.
Salim, Abdul Muin. “Konsepsi Kekuasaan Politik dalam Al‐Qur’an.” Disertasi.
Jakarta: Fakultas Pascasarjana IAIN Syarif Hidayatullah, 1989.
PUSTAKA DISUSUN OLEH DUA ATAU TIGA ORANG
Jika pustaka disusun oleh dua atau tiga orang, maka semua nama pengarang disebutkan
secara lengkap, kecuali nama penyusun yang pertama disebut sesuai ketentuan di atas.
Nama penyusun kedua dan ketiga ditulis seperti biasa. Jika penyusun lebih dari tiga orang,
maka hanya nama penyusun pertama saja yang disebutkan sesuai ketentuan di atas, diikuti
oleh istilah et al. (kata et bukan singkatan, jadi tidak pakai titik, sedang al. adalah singkatan
dari alii). Arti istilah et alii adalah “dan kawan‐kawan.”
Contohnya:
Al‐Sayutiy, Jalal al‐Din ibn ‘Abd al‐Rahman ibn Abi Bakr, dan Jalal al‐Din
Muhammad ibn Ahmad al‐Mahalliy. Tafsir al‐Qur’an al‐‘Azim. Juz I.
Beirut: Dar al‐Fikr, 1401 H/1981 M.
Benjamin, Roger W., et al. Patterns of Political Development: Japan, India, Israel.
New York: David McKay, 1972.
Sumber kedua di atas (Benjamin, Roger W., et al.) disusun oleh empat orang.
Tiga penulis lainnya adalah Allan Adrian, Richard N. Blue, Stephen Coleman, yang
telah diwakili oleh kata et al.

UNTUK BUKU TERJEMAHAN
Untuk buku terjemahan, unsur‐unsur yang perlu dicantumkan adalah:
1. Nama Pengarang Buku Asli,
2. Judul Buku Asli (Italic), diikuti kata‐kata: diterjemahkan oleh, yang langsung diikuti
oleh Nama Penerjemah, kemudian diikuti dengan kalimat: dengan judul, yang
langsung diikuti oleh judul terjemahan (italic), dan
3. Data Penerbitan.
Note: Kalau buku terjemahan itu tidak diketahui judul aslinya, maka setelah nama
pengarang, disebutkan judul terjemahannya, diikuti kata‐kata: diterjemahkan oleh, lalu
nama penerjemah, tanpa menyebutkan lagi judul terjemahannya, karena telah disebut
sebelumnya.
Contohnya:
Al‐Zuhayliy, Wahbah. Al‐Qur’an al‐Karim, Bunyatuh al‐Tasyri’iyyah wa Khasa’isuh
al‐Hadariyyah. Diterjemahkan oleh Mohammad Lukman Hakiem dan
Muhammad Fuad Hariri dengan judul Al‐Qur’an: Paradigma Hukum dan
Peradaban. Surabaya: Risalah Gusti, 1996.
Jika tidak diketahui judul aslinya:
Al‐Zuhayliy, Wahbah. Al‐Qur’an al‐Karim, Bunyatuh al‐Tasyri’iyyah wa Khasa’isuh
al‐Hadariyyah. Diterjemahkan oleh Mohammad Lukman Hakiem dan
Muhammad Fuad Hariri. Surabaya: Risalah Gusti, 1996.
SEORANG PENGARANG YANG MEMPUNYAI DUA BUKU ATAU LEBIH
Nama seorang pengarang yang mempunyai dua buku atau lebih yang digunakan dalam
penulisan, disebutkan lengkap hanya sekali. Untuk bukunya yang kedua dan seterusnya,
namanya diganti dengan garis sepanjang tujuh ketukan diikuti oleh titik, diikuti nama
bukunya (italic), jilidnya (kalau ada), kumudian data penerbitannya.
Contohnya:
Noer, Deliar. Gerakan Modern Islam di Indonesia, 1900‐1942. Cet. II; Jakarta: LP3ES,
1982.
______, Pemikiran Politik di Negeri Barat. Jakarta: Rajawali, 1982
PUSTAKA YANG MENUMPANG PADA BUKU LAIN
Jika pustaka yang dipakai menumpang pada buku lain (sebagai hamisy), maka unsur yang
perlu dicantumkan adalah:
1. Nama Pengarang Buku yang Menumpang,
2. Lalu Nama Bukunya (italic), diikuti dengan kata “Dalam” lalu nama pengarang buku
yang ditumpangi, kemudian nama bukunya (italic),
3. Jilid (kalau ada), kemudian
4. Data Penerbitannya.
Contohnya:
Al‐Sayutiy, Jalal al‐Din. Lubab al‐Nuqul fi Asbab al‐Nuzul. Dalam al‐Sayutiy, Jalal al‐
Din ibn Abd Rahman ibn Abu Bakr, dan Jalal al‐Din Muhammad ibn
Ahmad al‐Mahalliy. Tafsir al‐Qur’an al‐‘Azim. Juz I. Beirut: Dar al‐Fikr,
1401 H.
Daftar Pustaka untuk Parenthetical Reference
Daftar Pustaka untuk Parenthetical Reference, disebut Reference List. Salah satu
penyusunannya yang mudah adalah sebagai berikut:
1. Nama Pengarang,
2. Tahun Terbit,
3. Judul Buku Referensi (huruf italic),
4. Juz,
5. Tempat Penerbit,
6. Nama Penerbit.
Contoh Pertama:
Al‐Zuhayliy, Wahbah. 1991. Al‐Tafsir al‐Munir fi al‐Aqidat wa al‐Syari’at wa al‐
Manhaj, juz. 11. Beirut: Dar al‐Fikr al‐Mu’asir.
Sanusi, Bachrawi. 1994. “Ketimpangan Pertumbuhan Ekonomi.” Panji Masyarakat,
No. 808, h. 30, 31, dan 45.
Edgel, Beatrice. 1979. “Conception.” Dalam James Hastings (ed.) Encyclopedia of
Religion and Ethics, Jilid 3. New York: Charles Shcribner’s Son, h. 796‐797
Contoh pertama ini berbeda dari Daftar Pustaka biasa karena tahun
penerbitan diletakkan persis setelah nama pengarang. Ini memudahkan
pengetikannya. Dalam Daftar Pustaka biasa, tahun diletakkannya sesudah nama
penerbit.
Contoh Kedua
Cara lain adalah menulis nama pengarang dalam satu baris sendiri. Tahun penerbitan ditulis
di baris berikutnya, marginnya sejajar dengan awal nama pengarang. Judul karya ditulis lima
belas ketukan dari margin kiri, diikuti oleh data penerbitan. Baris kedua dari judul dan data
penerbitan, marginnya juga lima belas ketukan dari kiri.
Contoh Kedua:
Al‐Zuhayliy, Wahbah.
1991. Tafsir al‐Munir fi al‐Aqidat wa al‐Syari’at wa al‐Manhaj, juz. 11.
Beirut: Dar al‐Fikr al‐Mu’asir.
Sanusi, Bachrawi.
1994. “Ketimpangan Pertumbuhan Ekonomi.” Panji Masyarakat, No. 808, h.
30, 31, dan 45.
Edgel, Beatrice.
1979 “Conception.” Dalam James Hastings (ed.) Encyclopedia of Religion
and Ethics, Jilid 3. New York: Charles Shcribner’s Son, h. 796‐797.

puskesmas

Standard

KONSEP PUSKESMAS

Pengertian Puskesmas

Puskesmas adalah unit pelaksana teknis (UPT) dinas kesehatan kabupaten/kota yang bertanggungjawab menyelenggarakan pembangunan kesehatan di suatu wilayah kerja

UPT tugasnya adalah menyelenggarakan sebagian tugas teknis Dinas Kesehatan

Pembangunan Kesehatan maksudnya adalah penyelenggara upaya kesehatan

Pertanggung jawaban secara keseluruhan ada diDinkes dan sebagian ada di Puskesmas

Wilayah Kerja dapat berdasarkan kecamatan, penduduk, atau daerah terpencil.

Visi Puskesmas
Visi pembangunan kesehatan yang diselenggarakan oleh Puskesmas adalah tercapainya Kecamatan Sehat menuju terwujudnya Indonesia Sehat

Indikator Kecamatan Sehat:

(1) lingkungan sehat,

(2) perilaku sehat,

(3) cakupan pelayanan kesehatan yang bermutu

(4) derajat kesehatan penduduk kecamatan

Misi Puskesmas

Menggerakkan pembangunan berwawasan kesehatan di wilayah kerjanya

Mendorong kemandirian hidup sehat bagi keluarga dan masyarakat di wilayah kerjanya

Memelihara dan meningkatkan mutu, pemerataan dan keterjangkauan pelayanan kesehatan yang diselenggarakan

Memelihara dan meningkatkan kesehatan perorangan, keluarga dan masyarakat beserta lingkungannya

Fungsi Puskesmas

Pusat Penggerak Pembangunan Berwawasan Kesehatan

Pusat Pemberdayaan Masyarakat

Pusat Pelayanan Kesehatan Strata Pertama

Pelayanan Kesehatan Perorangan

Pelayanan Kesehatan Masyarakat


Kedudukan

Sistem Kesehatan Nasional → sebagai sarana pelayanan kesehatan strata pertama yang bertanggungjawab menyelenggarakan UKP dan UKM di wilayah kerjanya.

Sistem Kesehatan Kabupaten/Kota → sebagai UPT Dinas Kesehatan yang bertanggungjawab menyelenggarakan sebagian tugas pembangunan kesehatan Kabupaten/kota di wilayah kerjanya.

Sistem Pemerintahan Daerah  adalah sebagai unit pelaksana teknis dinas kesehatan kabupaten/kota yang merupakan unit struktural Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota bidang kesehatan di tingkat kecamatan.

Antar Sarana Pelayanan Kesehatan Strata Pertama → sebagai mitra dan sebagai pembina upaya kesehatan berbasis dan bersumberdaya masyarakat seperti Posyandu, Polindes, Pos Obat Desa dan Pos UKK.

Struktur Organisasi

Kepala Puskesmas

Unit Tata Usaha:

Data dan Informasi,

Perencanaan dan Penilaian,

Keuangan, Umum dan Kepegawaian

Unit Pelaksana Teknis Fungsional Puskesmas:

UKM / UKBM

UKP

Jaringan pelayanan Puskesmas:

Unit Puskesmas Pembantu

Unit Puskesmas Keliling

Unit Bidan di Desa/Komunitas


Tata Kerja

Kantor Camat → koordinasi

Dinkes → UPT → bertanggung jawab ke Dinkes

Jaringan Pelayanan Kesehatan Strata Pertama → sebagi mitra

Upaya kesehatan bersumberdaya masyarakat → sebagai pembina

Jaringan Pelayanan Kesehatan Rujukan →kerjasama

Lintas sektor → koordinasi

Masyarakat → perlu dukungan/partisipasi →BPP (Badan Penyantun Puskesmas)

Upaya Puskesmas

Ada dua: UKM DAN UKP

Upaya kesehatan Wajib → upaya berdasarkan komitmen nasional, regional dan global serta punya daya ungkit tinggi untuk peningkatan derajat kesehatan masyarakat serta wajib diselenggarakan puskesmas di wilayah Indonesia.

Upaya Kesehatan Pengembangan → upaya yang ditetapkan berdasarkan permasalahan kesehatan yang ditemukan di masyarakat serta yang disesuaikan dengan kemampuan Puskesmas

Upaya Kesehatan Wajib:

1. Upaya Promosi Kesehatan

2. Upaya Kesehatan Lingkungan

3. Upaya Kesehatan Ibu dan Anak serta Keluarga Berencana

4. Upaya Perbaikan Gizi Masyarakat

5. Upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Menular

6. Upaya Pengobatan

Upaya Kesehatan Pengembangan

1. Upaya Kesehatan Sekolah,

2. Upaya Kesehatan Olah Raga,

3. Upaya Perawatan Kesehatan Masyarakat,

4. Upaya Kesehatan Kerja,

5. Upaya Kesehatan Gigi dan Mulut,

6. Upaya Kesehatan Jiwa

7. Upaya Kesehatan Mata,

8. Upaya Kesehatan Usia Lanjut,

9. Upaya Pembinaan Pengobatan Tradisional.

Azas Penyelenggaraan

Azas Pertanggungjawaban Wilayah →bertanggung jawab meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang bertempat tinggal di wilayah kerjanya

Azas Pemberdayaan Masyarakat → Puskesmas wajib memberdayakan perorangan, keluarga dan masyarakat, agar berperan aktif dalam penyelenggaraan setiap upaya Puskesmas

Azas Keterpaduan

Azas keterpaduan lintas program → MTBS, UKS, PUSLING, POSYANDU

Azas Keterpaduan Lintas Sektor → UKS, GSI, UKK

Azas Rujukan

Rujukan Upaya Kesehatan Perorangan → kasus, spesimen, ilmu pengetahuan

Rujukan Upaya Kesehatan Masyarakat → sarana dan logistik, tenaga, operasional

Manajemen Puskesmas

P1: Perencanaan

Rencana Usulan Kegiatan

Rencana Pelaksanaan Kegiatan

P2: Pelaksanaan dan Pengendalian

Pengorganisasian

Penyelenggaraan

Pemantauan

P3: Pengawasan dan Pertanggungjawaban

Pengawasan internal dan eksternal

Pertanggungjawaban

SEJARAH SINGKAT PERSIT

Standard

SEJARAH SINGKAT
PERSATUAN ISTRI PRAJURIT ( PERSIT)
KARTIKA CHANDRA KIRANA

Organisasi istri prajurit TNI AD Persit Kartika Chandra Kirana lahir di tengah-tengah perjuangan bangsa Indonesia yang dijiwai semangat dan cita-cita luhur untuk merebut kemerdekaan dari tangan penjajah.

Dalam pertumbuhannya, organisasi ini tidak dapat dipisahkan dari perkembangan TNI AD. Kelahirannya didorong oleh kesadaran bela negara dan ingin ikut serta berjuang mendampingi suami sesuai dengan sifat kewanitaannya. Kegiatan dapur umum dan palang merah merupakan pilihannya dalam perjuangan merebut kemerdekaan. Dengan didasari rasa senasib seperjuangan, maka di beberapa tempat istri prajurit TNI AD membentuk organisasi yang bersifat lokal dengan nama yang berbeda-beda antara lain:

a.  Diawali dengan dibentuknya Persatuan Kaum Ibu Tentara ( PKIT) pada tanggal 3 April 1946 di Purwakarta Jawa Barat oleh Ny. Ratu Aminah Hidayat istri Kolonel Hidayat Kepala Staf Komandemen, yang kemudian kita kenal sebagai pendiri Persit. Sejak itulah sejarah organisasi Persit Kartika Chandra Kirana dimulai.

b.  Di Serang Jawa Barat berdiri organisasi dengan nama Persatuan Istri Tentara ( PIT) yang diketuai oleh Ny. Suhadi.

c.  Di Malang Jawa Timur organisasi yang serupa berdiri dengan ketuanya Ny. S. R. Lasmindar.

Untuk menghadapi tantangan perjuangan yang semakin berat , maka pada tanggal 15 Agustus 1946 PKIT mengadakan konferensi di Garut Jawa Barat guna mempersatukan organisasi-organisasi isteri tentara yang ada di daerah-daerah . Dalam konferensi tersebut nama PKIT diubah menjadi Persatuan Istri Tentara ( Persit ) atas saran Ny. Hamara Effendi. Selanjutnya kegiatan Persit semakin meningkat seiring dengan perkembangan organisasi TNI AD . Untuk itu beberapa kongres telah diselenggarakan yaitu :

1. Kongres I tanggal 25 s.d 27 Oktober 1950 diadakan di Semarang dipimpin oleh Ny. A.H. Nasution yang menghasilkan keputusan sebagai berikut :

a.  Persatuan Istri Tentara diubah menjadi Persaudaraan Istri Tentara disingkat Persit
b.  Tanggal 3 April ditetapkan sebagai hari jadi Persit.
c.  Struktur organisasi Persit disesuaikan dengan struktur organisasi TNI Angkatan Darat.

2. Kongres II di Bandung tahun 1951

3. Kongres III di Denpasar tahun 1953

4. Kongres IV di Yogyakarta tahun 1955

5. Kongres V di Malang tahun 1958

6. Kongres VI di Magelang tahun 1960

7. Kongres VII di Jakarta tahun 1963

8. Kongres VIII tahun 1964 di Jakarta merupakan kongres darurat yang dilaksanakan karena mewaspadai adanya penyimpangan dengan masuknya unsur-unsur non Pancasila. Kongres darurat tersebut dipimpin oleh Ny. A. Yani istri Men/Pangad selaku Ketua Umum DPP Persit yang menghasilkan dua keputusan penting sebagai berikut :

a.  Persatuan Istri Tentara diubah menjadi Persatuan Istri Prajurit Kartika Chandra Kirana (Persit Kartika Chandra Kirana).

b.  Pemimpin dijabat oleh istri pemimpin TNI Angkatan Darat secara fungsional.

9. Pada Kongres IX tahun 1967 ditetapkan lambang Persit Kartika Chandra Kirana yang merupakan hasil karya Mayor Caj Tranggono.

Pada tahun 1962 himne dan mars Persit Kartika Chandra Kirana diciptakan oleh Bapak A. Tampubolon.

Selanjutnya kongres diadakan secara periodik, dan pada tahun 1974 istilah kongres diganti dengan rapat kerja.

Rapat kerja pertama dilaksanakan pada bulan April 1974 yang menghasilkan keputusan sebagai berikut :

a.  Mempertegas hasil kongres darurat tahun 1964

b.  Ketua dan wakil ketua setiap tingkat kepengurusan dijabat secara fungsional.

Kemudian istilah rapat kerja diganti menjadi musyawarah pusat (Mupus) yang diadakan setiap 3 tahun sekali sejak tahun 1978.

Hasil keputusan Mupus I s.d. VIII secara garis besar adalah sebagai berikut :

1. Mupus I tahun 1978 dipimpin oleh Ny. Widodo, memutuskan tentang status istri anggota militer tituler TNI Angkatan Darat, istri purnawirawan dan warakawuri sebagai anggota biasa, sedangkan keanggotaan bagi Kowad ditiadakan.

2. Mupus II tahun 1981 dipimpin oleh Ny. Poniman, memutuskan tentang status istri purnawirawan dan warakawuri sebagai anggota luar biasa.

3. Mupus III tahun 1984 dipimpin oleh Ny. Rudini, memutuskan tentang penyempurnaan tingkat kepengurusan Persit Kartika Chandra Kirana yang terdiri atas pengurus pusat, pengurus daerah, pengurus gabungan, pengurus cabang BS, pengurus koordinasi cabang, pengurus cabang, pengurus ranting dan pengurus anak ranting.

4. Mupus IV tahun 1987 dipimpin oleh Ny. Try Sutrisno yang bertepatan dengan diterbitkannya UU Republik Indonesia no. 18 tahun 1985 tentang organisasi kemasyarakatan, memutuskan :

a.  Persit Kartika Chandra Kirana sebagai organisasi kemasyarakatan yang tergabung pada organisasi kemasyarakatan Dharma Pertiwi.

a.  Pancasila sebagai satu-satunya asas Persit Kartika Chandra Kirana.

5. Mupus V tahun 1990 dipimpin oleh Ny. Edi Sudradjat, memutuskan :

a.  organisasi kemasyarakatan Persit Kartika Chandra Kirana berinduk kepada organisasi kemasyarakatan Dharma Pertiwi

b.  mencantumkan pasal tentang anggota kehormatan

c.nbsp; meniadakan status keanggotaan bagi PNS wanita

d.  istri PNS TNI AD sebagai anggota luar biasa Persit Kartika Chandra Kirana adalah juga anggota biasa IKKT.

6. Mupus VI tahun 1993 dipimpin oleh Ny. Edi Sudradjat, memutuskan :

a.  wadah pembinaan bagi istri purnawirawan dan warakawuri TNI Angkatan Darat adalah organisasi kemasyarakatan Perip Purna Garini (sekarang Peripabri) dan Pepabri.

b.  sebutan seksi kekaryaan diubah menjadi seksi sosial politik.

7. Mupus VII tahun 1996 dipimpin oleh Ny. R. Hartono memutuskan : meniadakan musyawarah daerah, musyawarah gabungan dan musyawarah cabang BS menjadi rapat kerja daerah, rapat kerja gabungan dan rapat kerja cabang BS.

8. Mupus VIII tahun 1999 dipimpin oleh Ny. Afifah Subagyo HS. memutuskan :

a. Penasihat Utama ditiadakan

b. Istri Militer Tituler yang semula anggota biasa menjadi anggota luar biasa

c. Menambahkan uraian pada pasal yang tercantum dalam AD ART untuk wadah Korps Wanita TNI AD selaku Pembina Persit Kartika Chandra Kirana

d. Penambahan kebijaksanaan dalam atribut untuk seragam bagi yang menggunakan busana muslimah

e.  Seksi Sosial Politik dihilangkan dan penambahan Urusan Komunikasi Sosial di Seksi Organisasi

f.  Perubahan pelaksanaan Mupus Persit Kartika Chandra Kirana yang semula 3 tahun sekali menjadi 5 tahun sekali.

9. Mupus IX tahun 2004 dipimpin oleh Ny. Nora Ryamizard memutuskan:

a.  Meniadakan istri militer tituler

b.  Menyempurnakan atribut untuk seragam upacara dan muslimah

c.  Pembinaan warakawuri 1 dan 2 tahun menjadi 3 tahun

Dalam perjalanan sejarahnya Persit Kartika Chandra Kirana pernah menerbitkan majalah Mekar pada tahun 50 an dan selanjutnya menerbitkan majalah Kartika Kencana pada tahun 1983 sebagai media penerangan kepada anggota sampai sekarang.

Pada tanggal 7 Juli 1967 atas prakarsa Ibu Siti Hartinah Soeharto selaku Ketua Umum Persit Kartika Chandra Kirana didirikan Yayasan Kartika Jaya sesuai akte notaris nomor 6 tanggal 26 Juli 1967.

Jabatan Ketua dan Wakil Ketua Yayasan Kartika Jaya sejak tahun 1988 dijabat secara fungsional oleh Ketua dan Wakil Ketua Umum Persit Kartika Chandra Kirana.

Pada usianya yang ke 50 tahun 1996, melalui pertimbangan yang telah dikaji manfaatnya demi pengembangan dan kelancaran tugas yayasan sesuai tujuan yang dikandungnya, Persit Kartika Chandra Kirana di bawah pimpinan Ny. R. Hartono selaku Ketua Umum Persit Kartika Chandra Kirana melaksanakan peleburan yayasan-yayasan yang dikelola oleh PD, PG, dan PCBS ke dalam satu wadah tunggal dengan nama Yayasan Kartika Jaya sesuai akte notaris nomor 20 tanggal 14 Desember 1995, yang langsung berada di bawah naungan Persit Kartika Chandra Kirana Pengurus Pusat. Selanjutnya dengan dikeluarkan UU RI no.16 tahun 2004 tentang yayasan maka pada tanggal 16 Pebruari tahun 2005 maka jabatan Ketua dan Wakil Ketua Yayasan tidak lagi dijabat secara fungsional oleh Ketua dan Wakil Ketua Umum Persit Kartika Chandra Kirana dan Yayasan Kartika Jaya menjadi badan hukum yang berdiri sendiri.

Atas prakarsa Ny. Andy E. Sutarto selaku Ketua Umum Persit Kartika Chandra Kirana, didirikan Yayasan Yatim, Yatim Piatu “Kartika Asih” pada tanggal 2 April 2002 menjelang Hari Ulang Tahun ke 56 Persit Kartika Chandra Kirana.

Yayasan ini khususnya memberikan beasiswa bagi putra-putri prajurit yang gugur di dalam melaksanakan tugas, sebagai wujud kepedulian dan rasa tanggung jawab Persit Kartika Chandra Kirana terhadap masa depan generasi penerus bangsa.

Demikian sejarah singkat Persit Kartika Chandra Kirana sejak kelahirannya pada tanggal 3 April 1946 hingga saat ini.

TIPS BERHUBUNGAN BAIK DENGAN DOSEN

Standard

TIPS JITU MAHASISWA MENJALIN HUBUNGAN BAIK DENGAN DOSEN


Dosen adalah staf pengajar di perguruan tinggi yang mana akan membawa mahasiswa pada keilmuan yang berlandaskan standar kopetensi tentunya telah di canangkan oleh Dirjen DIKTI. Namun nyatanya sebaik apapun mahasiswa belajar sebagaimana yang mereka usahakan untuk lebih baik, tetap saja terkadang dalam mata kuliah tertentu mereka mendapatkan hasil yang tidak sesuai.
Hasil yang tidak memuaskan tersebut ternyata bisa disebabkan karena penilaian sepihak dari sang dosen terhadap hasil karya mahasiswanya. Bisa juga penilaian tersebut bersifat kurang Objektif alias memandang hasil kerja mahasiswa karena tingkat kedekatannya dengan si dosen itu sendiri.
Sangatlah percuma jika hasil kerja keras mahsiswa dengan penuh perjuangannya ternyata mendapatkan hasil yang sepadan. Juga malahan mendapatkan nilai yang tidak adil di mata mereka.
Hal tersebut diatas bisa di tanggulangi dengan beberapa kiat praktis menghadapi dosen killer  tersebut.   
  1. Usahakan Jangan Berbuat Ulah yang tidak Penting.
Jika mahasiswa ingin protes silahkan saja, itu adalah hak semua mahasiswa. Tapi usahakan gunakan cara yang lebih baik. Gunakan pikiran yang rasional untuk mengajukan protes atau perasaan tidak memuaskan tersebut. Gunakan bahasa yang sopan dan santun walaupun dalam kondisi emosi yang tidak stabil.
Lain di rumah lain juga di sekolah, kebiasaan diluar kampus sebaiknya di tahan dulu. Jika anda seorang yang tempramen atau orang yang mudah marah atau juga anda adalah orang yang labil di segi emosi lebih baik anda diam dari pada anda akan berbuat ulah yang sama sekali tidak penting dan tidak ada gunanya.
2.    Tidak Ada Salahnya Meminta Maaf
Jika hal diatas atau hal yang tidak dinginkan terlanjur terjadi maka jangan segan untuk meminta maaf. Jangan malu atau merasa harga diri terinjak-injak saat meminta maaf, toh kalo anda tidak lulus atau gagal menjalani perkuliahan itu bisa lebih parah lagi. Tenang saja jika anda mendendam sebaiknya simpan dulu, masih ada hari esok untuk membalasnya. Untuk saat ini buatlah langkah anda lebih lancer dan lebih baik dengan meminta maaf.
3.    Memberi Bukan Berarti Suap
Jangan salah tanggap dulu jika mahasiswa memberi sesuatu pada dosen dikatakan menyuap. Nyatanya dengan cara ini banyak mahasiswa yang tadinya putus asa akhirnya lulus juga dan keluar dari masa kritis. Jika anda seorang yang idealis pemberian kepada dosen bisa anda asumsikan sebuah pemberian yang sewajarnya tanpa iming-iming apapun. Anda bisa member sesuatu barang pada dosen dengan maksud mendekatkan diri pada hubungan yang lebih akrab. Anggap saja kunjungan ke rumah si Dosen sebagai mata kuliah tambahan dan pemberian tersebut adalah balas jasa karena telah mengajar di luar kampus.
Dengan cara ini kemungkinan anda akan berhasil, karena sudah terbukti cara ini sangat efektif menghadapi dosen model apapun. Baik itu dosen egois, dosen narsis, dosen dosen so artis, dosen so manis dan dosen puitis ternyata bisa luluh juga dengan cara demikian.
4.    Bertanyalah apa yang di Inginkan Dosen
Pertanyaan yang dimaksudkan diatas bertujuan agar kita mengerti apa yang diharapkan dosen dari mahasiswanya. Jangan lupa tanyakan dulu bagaimana komitmen atau pola mengajar si dosen saat memulai perkuliahan.
Dengan demikian kita akan spontan ikut dalam koridor system yang sudah di terapkan oleh si dosen hingga kita terhindar dari hal yang tidak kita inginkan.
SEBAGAI MAHASISWA WAJIB MENGHORMATI DOSENNYA APAPUN KEADAANNYA MAU DIA BAIK,KILLER KITA HARUS SAYANG PADA MEREKA………DAN CIPTAKAN RASA SALING MENYAYANGI ANTARA DOSEN DAN MAHASISWA.AMIIIIN
TIPS MENGATASI EGOIS DIRI SENDIRI
  • Jangan suka berpikiran negatif atau buruk sangka terhadap orang lain.
  • jangan suka membanding-bandingkan diri sendiri dengan orang lain.
  • hilangkan sikap reaktif terhadap berbagai masalah.
  • kembangkan pikiran positif dalam berbagai hal.
  • kembangkan empati  terhadap orang lain.
  • kembangkan sikap melayani dan mendahulukan kepentingan orang lain.
  • biasakan diri untuk tersenyum.(disangka gila) hehehe
  • ikhlas.
  • TAPIIIIIIIIIIIII…………….
  • Kenyataan di lapangan banyak orang dengan mudah menghakimi orang lain itu dengan perkataan”eh….kae wong  egois yo…”
  • tapi menurut aku orang yang egois adalah orang yang dengan mudah mengatakan orang lain itu egois…..dialah malah orang yang paling egois di muka bumi  ini karena dia merasa dirinya lah yang benar orang lain yang salah,dia cenderung mengatakan orang lain egois krn tidak bolo sama dia tidak satu pemikiran ma dia jd beranggapan semua orang yang tidak sepaham ma dia itu egois,ataupun orang yang tidak menguntungkan dirinya itu egois.
  • orang seperti itu selalu berpikiran negatif terhadap orang lain tanpa mau mencari kebenarannya terlebih dahulu lagsg dengan mudah menghakimi….tanpa mau menyadari dan introspeksi dirinya sendiri klo dirinyalah orang yang paling egois.namanya juga manusia mudah sekali untuk menjelek jelekkan orang lain walaupun tidak sesuai kenyataannya dia seakan akan tidak mau mengakui keunggulan orang lain bisanya cuma mencela orang lain.Hanya ego mereka yang mereka pikirkan tanpa meperdulikan perasaan orang lain yang dihakimi egois apakah dia tersinggung atau tidak ……adakah menyakiti perasaan orang lain atau tidak.Seolah olah dialah orang yang paling benar di muka bumi ini orang lain yang salah orang lain yang egois padahal kenyataannya dia tidaklah lebih baik dari orang yang dicelanya….atau bahkan lebih buruk dari orang yang dicelanya.naudzubillahimindzalik……
  • oleh karena itu menurut saya lebih baik kita saling menghargai orang lain,saling menjaga perasaan antar sesama manusia,saling instropeksi diri masing2 ……jangan saling mencela dan menghakimi orang lain nanti ujung ujungnya fitnah.
  • marilah kita saling menjaga hati….karena di dunia ini tidak ada orang yang sempurna karena sesungguhnya kesempurnaan itu hanya milik ALLAH.
  • JANGANLAH SALING MENCELA, MENGHINA, MENGUMPAT,…..MENGATAKAN DIA EGOIS….. KARENA MUNGKIN DIBELAKANG SEMUA ITU KITA YANG DICELA DIHINA DIUMPAT DIKATAKAN EGOIS TAPI KARENA KITA TIDAK MAENYADARI ,KRN KEANGKUHAN  KITA MERASA BENAR JADI KITA TIDAK MENYADARINYA…….KRN BLM TENTU KITA ITU LEBIH BAIK DR DIA MGKN KITA LBH BURUK DR DIA……….KEMBANGKANLAH PIKIRAN POSITIP DALAM BERGAUL ANTAR SESAMA MANUSIA.
  • BAGAIMANA MENURUT ANDA…..??????

tips menjadi sukses

Standard

TIPS MENJADI SUKSES

Apa benar itu karena takdir? Apa mungkin mereka lebih beruntung dari anda?

Tentang orang-orang yang berhasil, dari pengamatan saya, mereka memiliki beberapa kesamaan:

  1. Mencintai yang dilakukan.Orang-orang sukses biasanya berhasil di bidang yang dicintainya. Karena senang dengan yang dilakukannya, mereka akan menjalaninya dengan riang gembira. Tanpa ada paksaan. Itulah kenapa misalnya seorang seperti Ahmadun Yosi Herfanda dan Jonru bisa menjadi penyair dan penulis hebat. Karena mereka mencintai yang dilakukannya.
    Lakukan apa yang anda cintai. Makin anda lakukan, makin bersemangat dan nikmat menjalaninya.
  2. Berorientasi pada tujuan. Orang-orang sukses selalu berorientasi pada tujuan. Tahu mengapa harus melakukan sesuatu. Dan memfokuskan usahanya untuk mencapai tujuan itu.
    Ketahui dimana anda sekarang dan kemana akan melangkah, dan tahu bagaimana cara mencapainya. Selanjutnya just ACTION!
  3. Berkumpul di lingkungan orang sukses. Nasihat lama mengatakan kalau ingin harum berkumpullah dengan penjual minyak wangi. Berkumpul di lingkungan yang sesuai, bisa mendorong anda mencapai apa yang anda inginkan.
  4. Percaya diri. Orang-orang sukses memiliki kepercayaan diri. Tanpa ragu mereka akan mengatakan kepada orang di sekelilingnya mengenai tujuan-tujuannya. Mereka mengatakan apa saja yang akan mereka lakukan dan hasilkan.
    Jangan ragu, percayalah pada diri anda. Anda bisa!
  5. Bekerja keras dan cerdas.

    Keberhasilan, kesuksesan atau apapun namanya adalah sebuah proses. Proses yang tak datang hanya dengan sekali ucap “simsalabim” maka berubahlah segalanya. Sukses adalah buah dari komitmen dan proses terus menerus untuk mencapai sebuah tujuan. Seperti besi yang ditempa dalam api, sampai akhirnya menjadi pisau atau benda lain yang lebih berguna.

Kesetiaan menjalani proses itulah kuncinya. Meski klise, namun sampai sekarang terus terbukti sangat telak terhadap hasil akhir yang ingin kita capai.

Dalam hidup segala sesuatunya memang tak selalu berjalan sempurna. Namun bukan berarti kita harus terdiam dan menyerah berpangku tangan pada nasib.

Bangkit dan mari ACTION!

Cara dan Rahasia Menjadi Orang Sukses

1. Mau Belajar Dalam Segala Hal
Mau belajar dalam segala hal adalah pelajar seumur hidup. Mereka menyadari, pendidikan tak pernah berakhir tapi dimulai di setiap tingkatan kehidupan dan terus berlanjut hingga akhir kehidupan. Pendidikan tidak terbatas di ruang kelas, artinya mencoba ide baru, membaca buku, surat kabar, majalah dan menggunkan internet merupakan bentuk pendidikan pula.

2. Berani Untuk Mengambil Resiko
Orang sukses berani mengambil resiko. Mereka berupaya untuk mencapai target, melakukan penghematan, membangun relasi dengan banyak orang dan gesit mencoba sesuatu yang baru guna mengikuti perkembangan zaman, dan mau terus mengambil resiko untuk meraih sukses.

3. Harus Memiliki Rasa Percaya Diri
Orang sukses percaya diri dan merasakan bahwa mereka berbuat sesuatu untuk dunia. Mereka memandang sebuah dunia yang besar dan ingin memainkan peranan penting di dalamnya. Mereka tetap bekerja sesuai ketrampilan mereka, sambil tetap menyadari bahwa ketrampilan ini memberi nilai kepada ketrampilan lainnya. Mereka juga sadar, karya terbaik akan menghasilkan kompensasi bagi mereka.

4. Selalu Berpandangan Positif
Orang sukses berpandangan positif terhadap apa yang dapat mereka kerjakan, dan ini meluas pada hal-hal lain. Mereka percaya gelas itu setengah penuh dan bukan setengah kosong. Mereka menanamkan semangat pada diri sendiri dan dapat membayangkan diri bagaimana mereka berhasil menyelesaikan suatu tugas sulit atau mencapai penghargaan tertinggi.

5. Mampu Memotivasi Diri
Orang sukses punya banyak cara untuk memotivasi diri sendiri sehingga dapat terus berkarya lebih baik dari yang lain. Ada yang dengan cara melakukan beberapa pekerjaan setiap hari pada bidang berbeda.

6. Mampu Menikmati Pekerjaan
Orang sukses menikmati apa yang sedang mereka lakukan. Mereka mampu melihat pekerjaan sebagai kesenangan, mereka memilih bekerja di mana mereka dapat unggul. Orang sukses menyukai tantangan, mereka menikmati pencapaian puncak permainan mereka, apakah di pekerjaan, lapangan tennis atau lapangan golf.

7. Menyelesaikan Tugas Sepenuh Hati
Orang sukses menyelesaikan tugas tidak dengan setengah-tengah, dan mereka menggunakan cara kreatif dalam meraih sukses. Meski mungkin membutuhkan waktu lebih lama, mereka akhirnya melampaui garis finish. Mereka memanfaatkan waktu dengan baik dalam mensinergikan kemampuan fisik dan mental untuk mencapai sukses.

hypnobirthing

Standard

HYPNOBIRTHING

Melahirkan anak bisa dilakukan secara alami, tenang dan damai serta jauh dari rasa sakit. hypnobirthing adalah salah satu jalan mudah, dan bisa dengan mudah dipelajari oleh siapapun

Apa itu hypnobirthing ?
Gampangnya, adalah suatu metode relaksasi dikhususkan untuk ibu hamil. Dengan metode ini seorang ibu hamil bisa mendapatkan relaksasi yang mendalam, baik secara fisik, nafas dan pikiran. dalam keadaan relaksasi yang dalam ini seorang ibu bisa mengaktifkan pikiran bawah sadar. Dampaknya melalui pikiran bawah sadar yang aktif, ibu hamil dengan mudah mendapatkan suasana rileks, emosi stabil, nyaman dan bahagia. Inilah kondisi terbaik dalam persiapannya menghadapi persalinan. Dan ibu hamil yang melatih diri melalui metode hypnobirthing, ibu hamil bisa dengan mudah meminimalkan rasa sakit tanpa penggunaan obat obatan.

Dengan kata lain, hypnobirthing adalah penggunaaan hypnosis untuk proses persalinan yang alami , lancar alami. Ibu hamil masuk dalam relaksasi yang dalam dan dialakukan dalam keadaan sadar. Selain berguna untuk mengurangi rasa sakit dan memperlancar proses persalinan. Hypnobirthing atau penggunaan hypnosis selama masa kehamilan bisa mencegah gangguan emosional baik saat sebelum persalinan dan setelah persalinan.

Ibu hamil bisa masuk dalam alam pikiran bawah sadar. karena kedahsyatan alam bawah sadar membuat seorang ibu bisa menjalin komunikasi efektif alias berbicara kepada si jabang bayi di rahim. Tentu saja jalinan kasih sayang kepada janin di dalam rahim akan terjalin sejak dini. Intinya manusia bisa mengkoordinasikan fungsi mind body soul (pikiran tubuh dan jiwa) secara harmonis sehingga didapatkan persaan bahagia dalam proses persalinan maupun saat masa kehamilan dan pasca melahirkan.

Sejarah singkat
Hypnobirthing berasal dari kata hypnos berarti tidur, merupakan penggalan dari kata hypnosis/hypnotism, yaitu komunikasi pikiran bawah sadar. Birthing berarti melahirkan. Meski demikian, hypnobirthing adalah suatu istilah yang dipatenkan oleh Marie F Mongan sejak tahun 1989. Meski secara modern di AS metode hypnotherapy untuk melahirkan sudah dikenal sejak tahun 1950-an dengan istilah istilah lain yang menandung pemaknaan yang sama yaitu hypnobabies, hypnobirth, hypnosis for birthing, hypnosis for babybirth , hypnosis for child . Selain itu tokoh tokoh hypnotherapy di berbagai penjuru dunia sudah biasa membantu wanita hamil – menghipnosis supaya dalam masa kehamilan bisa selalu tenang, rileks dan jauh dari rasa sakit.

Di berbagai belahan dunia dikenal pula teknik tradisional melahirkan tanpa rasa sakit. Melahirkan adalah fungsi alami wanita. Melahirkan tanpa rasa sakit bukan hal baru. Para ibu di desa desa di Afrika sudah punya tradisi lama dalam melahirkan tanpa banyak keluhan. Ini sejalan dengan Asumsi yang mendasari hypnobirthing, bahwa persalinan itu adalah keadaan fisiologis (keadaan normal sehat ) bukan patologis (keadaan sakit) yang dialami oleh wanita.

Penyebab Rasa Sakit dan Mekanismenya.
Nyeri atau rasa sakit dalam persalinan disebabkan karena kontraksi kuat selama menjelang persalinan. Ini adalah hal yang sangat alami. Setiap wanita mempunyai ambang rasa sakit yang berbeda beda. Rasa sakit yang dialamai wanita A berbeda dari wanita B atau wanita C dan itu sudah alami.

Rasa sakit karena hal hal fisik dalam tubuh disebut fisiological pain. Namun ada penyebab rasa sakit yang kedua yaitu psychological pain, atau rasa sakit yang muncul karena emosi atau perasaan, yang disebabkan karena rasa takut dan tegang.
Pertanyaannya, Kenapa rasa takut dan tegang menimbulkan kenyerian? Tak lain karena faktor sugesti negatif yang masuk ke pikiran bawah sadar. Dan salah satu hukum pikiran bawah sadar, bahwa pikiran bawah sadar tidak bisa membedakan antara kenyataan dan imaginasi. Cerita cerita baik dalam sinetron, film atau ngerumpi tetangga bahwa melahirkan sangat sakit, akan bisa mempengaruhi wanita hamil seolah bahwa melahirkan akan berhadapan dengan rasa sakit yang tak terperikan. Sugesti negative ini jika diyakini akan juga menimbulkan rasa sakit jenis kedua.

Dengan hypnobirthing rasa sakit bisa diminimalkan mekainismenya baik secara fisiologis maupun psikologis. Secara fisiologis saat wanita masuk relaksasi hypnosis, gelombang pikirannya masuk ke gelombang alfa frekuensinya 7-14 hertz atau lebih dalam lagi ke gelombang theta frekuensinya 4-7 hertz. ketika pikiran masuk ke gelombang ini, manusia menghasilkan zar endorphin alami yang berguna untuk menghilangkan rasa sakit. Dan dalam hypnosis state ini, sistem metabolisme tubuh menjadi jauh lebih baik dan tubuh bebas dari ketegangan.

Sedangkan secara psikologis, segala seftalk negatif atau pengaruh negatif bisa dihilangkan dengan sugesti positif. Sehingga segala keyakinan keliru tentang persalinan bisa diganti dengan keyakinan yang lebih positif. akibatnya emosi lebih stabil, perasaan takut panik dan gelisah bisa dilenyapkan karena ada harmonisasi antara pikiran tubuh dan jiwa.

Siapapun bisa melakukan Hypnobirthing :
Setiap wanita bisa melakukan hypnobirthing. Prinsipnya adalah relaksasi pikiran , relaksasi nafas dan relaksasi tubuh. Relaksasi atau hypnobirthing ini bisa dilakukan oleh hypnotherapis, Dokter juga para medis kepada pasien sang ibu hamil, bisa juga dilakukan oleh suami (yang sudah mendapat pelatihan hypnobirthing) kepada istrinya saat masa hamil, bisa dilakukan oleh ibu hamil (self hypnosis) hanya dengan ikut pelatihan singkat.
Melakukan hypnobirthing hanya butuh pelatihan singkat, karena pada dasarnya upaya sinkronisasi antara mind body soul tidak sulit dilakukan oleh siapapun. Karena sebetulnya hypnosis adalah proses sehari hari yang disadari atau tidak disadari terjadi di sekitar kita, dan kita pun mengalami. Prinsipnya bagaimana kita bisa fokus, rileks dalam suasana tenang, dan kita sadar sepenuhnya.
Ada kekeliruan bahwa masuk ke hypnosis atau bawah sadar seolah oleh kita jadi tidak sadar bengong dll. Itulah kesalahfahaman yang selama ini dipegang oleh masyarakat. Karena memang banyak media yang meliput hypnosis dengan perspektif yang keliru.

Yang benar bahwa keadaan hypnosis atau masuk pikiran bawah sadar, sepenuhnya kita sadar. Jadi jangan samakan hypnosis utuk melahirkan seperti hypnosis dalam pertunjukan. Karena memang sangat berlainan banget.
Kenapa seorang ibu hamil darus diatih melakukan self hypnosis, karena supaya kapanpun ibu hamil menginginkan rileks. Ia bisa dengan mudah melakukan rileksasi atau self hypnosis untuk dirinya, sehingga ibu hamil jika mengalami keluhan fisik atau mental, dirinya bisa mengatasi dengan self hypnosis.

Manfaat Hypnobirthing

Untuk Ibu : Ibu hamil bisa memanage atau mengurangi kadar rasa sakit saat melahirkan, meminimalisir stress, depresi saat masa melahirkan, karena ibu jauh lebih mudah mengontrol emosinya. Ibu mendapatkan rasa nyaman, ketenangan dan kebahagiaan karena persalainan yang lebih lancar. Mencegah kelelahan yang berlebihan saat proses persalainan, malah beberapa kasus meski habis mengejan namun wajah menjadi jauh lebih segar. Mengurangi komplikasi medis dalam melahirkan.
Untuk janin : janin merasa ada kedekatan emosi dan ikatan batin lebih kuat, karena saat melakukan hypnobirthing ubu dan janin menjalin komunikasi bawah sadar, bayi yang dolahirkan relatif tidak kekurangan oksigen. Janin juga merasa damai dan mendapatkan getaran tenang serta pertumbuhan hormon melalui plasenta lebih seimbang.

Untuk Suami : Merasa lebih tenang dalam mendampingi proses kelahiran, emosi kehidupan suamiistri lebih seimbang, (karena ada wanita hamil yang bawaanya lebih marah marah, lebih egois dll) bisa diseimbvangakan dengan hypnobirthing. Jika suami melakukan hypnobirthing ke istri ada jalinan lebih mesra ke istrinya dan bisa mendekatkan dengan sang janin.

Keuntungan bagi Dokter dan para medis
Kerja lebih ringan, karena wanita yang masuk program hypnobirthing lebih stabil emosinya, tidak banyak mengeluh. Proses persalingan jauh lebih lancar dan cepat. Meminimalkan penggunaan opbat bius, kemungkinan komplikasi persalinan lebih kecil.Proses pembukaan jalan lahir lebih singkat, meminimalkan penggunaan induksi persalinan.

Teknik hypnobirthing

Teknik Ada berbagai teknik dalam hypnobirthing namun intinya masih seperti menghypnosis biasa yaitu preinduksi – induksi – deepening -terapeutic sugestion dan terminasi.

Preinduksi adalah persiapan masuk ke pikiran bawah sadar dan termasuk mengetahu sebgai manfaat melakukan hypnosis. Dalam aras pre induksi ini ibu hamil juga dilatih tungkat kepekaan terhadap sugestibilitas, bisa dengan menggunakan alat atau tanpa alat. Salah satu alat yang digunakan adalah pendulum cevreul, caranya diamkan pendulum dan pandang pendulum lalu berkonsetrasi menggerakkan pendulum ke kanan ke kiri atau berputar hanya dengan memfokuskan pikiran. Cara lain tanpa alat yaitu dengan metode arm levitation yaitu mengangkat dua tangan lalu merasakan sugesti tangan kiri seolah ada sensasi balon hingga tangan kiri terangkat ke atas, tangan kanan ada sensasi membawa buku berat sehingga merasa tertarik ke bawah. Biasanya hypnotherapis akan mengajarkan kepada ibu hamil yang ikut kursus hypnobirthing.
Tahap berikutnya adalah induksi yaitu tahap bagaimana meng-offkan pikian sadar dan masuk ke pikiran bawah sadar. Yang lazim gigunakan adalah progresif relaksasi yaitu relaksasi bertahap secara cepat dari ujung kepala secara bagian per bagian sampai ujung kaki. Berikutnya untuk memperdalam relaksasi dilakukan deepening, bisa menggunkan metode elevator seirirng dengan turunnya elevator maka relaksasi makin dalam, cara yang lai bisa menggunakan ball of light yaitu imaginasi kekuatan bola cahaya yang selain memperdalam relaksasi juga sekaligus sugesti menghilangkan kepenatan dan rasa capai. Setalah dilakukan deepening dilakuakna hypnotherapeuticnya, bisa sugesti badan sehat dan perasaan gembira, maupun imaginsi bagaimana melahirkan dengan nyaman dan damai serta tenang. Methode sugesti bisa bermacam macam, bisa disesuaikan dengan keadaan emosi dan fisikal pasien , namun jika pasien mengalami berbagi kasus trauma dan ketakutan yang berlebihan, memang perlu seorang hypnotherapist untuk membantu.

Seorang hypnotherapist akan mencari permasalahannya dengan metode hypnoanalisis. Sugesti bisa berupa mehtapora sugesti, bisa dengan empowerment sugesti maupun berbagai kalimat afirmatif. Setelah itu proses ditutup dengan terminasi sambil memberikan sugesti membuka mata dengan keadaadansgear budar.

Kapan mulai Program hypnobirthing ?

Biasanya kehamilan trimester pertama sudah bagus dilakukan hypnobirthing. Namun tidak juga terlambat kalau melakukan hypnobirthing setelah usia kehamilan 7 bulan bahkan sampai detik detik terakhir saat mau melahirkan. Pengalaman saya membantu ibu hamil, tidak ada efek signifikan kapan mulai dilakukan hypnobirthing. Hanya saja jika ibu tekun melakukan self hypnosis sejak usia kehamilan awal ibu bisa merasakan rilek jauh lebih baik, karena fkator sering dilatih. Selain itu pada usia 7 bulan dimana janin sudah bisa merasakan dan sudah ada proses memori, maka dalanm melakukan self hypnosis ibu sudah bisa bercakap cakap dan bercerita kepada janin di perut. Dengan melakukan self hypnosis seorang ibu atau ayah bisa melakukan bisikan batin bawah sadar kepada janindan hasilnya bagus untuk perkembangan janin dalam rahim ibu.
Sejauh ini juga belum ditemukan efek samping dari hypnobirthing, karena hypnobirthing tidak menggunakan obat obatan kimia, maka tidak mempunyai efek samping.

Ibu hamil di rumah juga bisa melakukan hypnobirthing sendiri, caranya gampang setelah tahu cara melakukan relaksasi pikiran bwah sadar, ari waktu yang bagus bisanya pagi atau malam hari, iringi music soft dengan irama monoton, syukur punya music dengan sistem bineural yaitu music yang tujuannya untuk menurunkan gelombang tubuh, lalu lakukan relaksasi dan visualisasikan kelahiran nyaman yang diinginkan dan berikan kalimat sugesti positif lalu akhiri dengan sugesti positif dan terminasikan diri anda buka mata dengan keadaan lebih segar dari sebelumnya.

cinta sejati

Standard

Cinta sejati

Apakah cinta sejati itu?

Tahukah kamu, apakah cinta sejati itu?

Cinta sejati bukanlah ingin memiliki

Cinta sejati bukan pula nafsu untuk menguasai

Apalagi memanfaatkan

Cinta sejati ialah kerelaan memberi, tanpa ingin dibalas

Cinta sejati itu berkorban, tanpa mengharap imbalan

Cinta sejati adalah menjaga, agar yang dicintai tetap dalam kebaikan

Cinta sejati itu tekad melindungi, menjaga, mengasihi, memberi, berkorban Meski jiwa, maupun nyawa Demi kemuliaannya

Dan di antara cinta sejati itu … ada cinta yang menjadi penghulu segala cinta sejati

Sebuah cinta sejati yang benar-benar sejati,cinta sejati yang hakiki

Apakah cinta yang hakiki itu?

Tahukah kamu apakah cinta yang hakiki itu?

Cintamu kepada Rabb-mu.

I LOVE ALLAH…….